MOTIVASI MEMBACA 1 BULAN SELESAI 3 BUKU? GAMPANG! Salah satu tantangan kita sebagai pemuda dan mahasiswa ialah kurangnya literatur ilmu, tidak gemar membaca, dan malas belajar. Alhasil kalimat yang kita keluarkan kadang tak berdasar, tak berhujah & mudah goyah serta tak berprinsip. Padalah membaca adalah hal paling penting saat kita menjadi seorang mahasiswa, apalagi terlibat aktif di lembaga-lembaga yang membutuhkan sumbangsih ilmu pengtahuan darimu. Adanya rasa kebutuhan akan pengetahuan maka akan mendorong kita untuk giat membaca. Dan sadar pengetahuan tentang kemajuannya diri pribadi, maka motivasi membaca akan terus tumbuh Semoga tips ini membantu dan mempermudahmu dalam menumbuhkan minat baca ya! 1. MULAI DENGAN YANG KAMU SUKA Kamu suka baca novel? Baca buku-buku sastra? Atau buku-buku sains? Mulailah membaca buku dari yang kamu suka dulu, sampai rasa senang membaca itu tumbuh. “Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca, cari buku itu. Mari jatuh ci...
Dengan menyebut nama Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan Salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah saw. Perempuan. Mahluk indah ciptaan Tuhan. Umpama Padparadscha Sapphire (salah satu jenis batu Safir) yang langka dan mahal harganya. Perempuan tidaklah langka, lalu mengapa perumpamaannya mengambil objek yang langka? Perempuan bisa menjadi langka bukan dari segi jenis male/female, tetapi dari kualitas dirinya. Mungkin kalimat di atas terasa sangat menjustifikasi "perempuan masa kini" seolah-olah perempuan masa kini ahli maksiat semua. Benar? Menjustifikasi sekali bukan? Memang sedang menjustifikasi. Tapi akan kita sama-sama menelaah bagian-bagian kecilnya. Begini, Ada seorang gadis kecil berusia 13 tahun. Ia tinggal di sebuah desa yang kumuh. Kegiatan sehari-harinya adalah menjajakan es krim buah yang ia buat sendiri bersama ibunya. Awalnya tidak ada yang tertarik membel...
Namun tahukah Anda bahwasanya dahulu kala putri Nabi Muhammad SAW,yakni Sayyidah Fatimah sempat bersedih karena tidak bisa membelikan busana baru untuk Lebaran bagi kedua putra tercintanya, yakni Hasan bin Ali dan Husain bin Ali. Kala itu, wajar rasanya jika Hasan dan Husain yang masih kanak-kanak merasasedih karena hanya mereka berdua yangbelum memiliki busana terbaru untuk dipakai di hari Lebaran yang penuh sukacita. Tambahlah rasa sedih keduanya, karena keduanya melihat anak-anak di seantero Madinah sudah bersiap menyambut Idul Fitri dengan busana terbaru terbaik mereka masing-masing. Hingga akhirnya keduanya memberanikan diri bertanya kepada sang Ibunda, mengapa mereka berdua belum memiliki pakaian Lebaran padahal Idul Fitri sudah di depan mata. Kala itu, Fatimah hanya bisa menjawab bahwa pakaian keduanya masih berada di tukang jahit untuk dibuat. Hari demi hari terus berjalan, hingga malam Hari Raya telah tiba. Namun, pakaian baru untuk Hasan dan Husain pun belum ...
Comments
Post a Comment